Apa yang kulihat dengan mata, betapa indahnya parasmu yang tertutup hijabmu. Maka kukatakan dengan cinta betapa indahya engkau sebagai ciptaanNya.

Apa yang kudengar dengan telinga, betapa merdunya suara sebagai auratmu, jangan sembarang kau perdengarkan. Maka kukatakan dengan cinta, betapa merdunya suaramu sebagai anugrahNya.

Apa yang kurasa dengan hati, betapa sejuknya perangaimu sebagai wanita shaleha. Maka cobalah untuk menjaganya.

Dalam tiada kuasa, ku harap JannahNya.

Dalam tangis, ku rindukan anugrahNya.

Dalam doa, ku harap dipertemukan denganmu dengan cara terbaikNya.

Ketika tersadar betapa bahagia adalah sebuah rasa, maka rengkuhlah aku dengan perasaan bahagiamu kelak.

Bersyukur dengan kelembutan dan lembut dalam kesabaran, hingga waktu yang di tentukan.

Memang jalan tak selamanya rata, lubang dan kerikil menjadi awalnya. Namun janji untuk dan berbuat kearah yang dituju adalah cita-citanya.

Jika awal adalah kesulitan , tapi bolehlah kita yakin di akhir ada kebahagiaan.

Jika awal ada perpisahan, tapi bolehlah kita yakin akan dipertemukan.

Karena hidup ini begitu panjang bagi sang perindu

Maka ku katakan dengan cinta

Jadilah wanita shaleha