SEMANGAT IKHWA MUDA
Seorang pemuda yang bijak adalah pemuda yang sanggup dan istiqomah dalam sebuah prinsip keislaman. Ia menyemai kearifan disetiap langkah. Memperbaharui diri dengan kekuatan hati dan nurNya. Berbicara kejujuran dan bersemangat jihad. Untuk sebuah kebaikan, ia akan tempuh perjalanan panjangnya dengan penuh kebermanfaatan.
Hidup banginya adalah sebuah persembahan cinta kepada Yang Maha Cinta. Nama yang terukirkan di perisai langit dengan karakteristiknya. Cinta kepada orang tua adalah sebuah kewajiban karena betapa indah segala akibatnya. Tak terbantahkan dan berlaku kepada siapa saja.
Terlahir dengan keadan suci, menang awal untuk kemenangan di hari akhir.
Hakikat kehidupan yang membahagiakan senantiasa ia pelajari juga kendalikan. Berikhtiar sungguh dalam sebuah pemenuhan. Yang Maha Cinta tetap Mencinta.
Cermin hati adalah kesungguhan, kebenaran, dan petunjuk dariNya. Perbaharui jika usang dan pakailah pagi dan petang.
Sebuah perjalanan pasti berujung. Begitu juga kehidupan. Ada surga ada neraka. Rasanya mendunia walau belum nyata. Lihatlah kebahagian, itulah sebahagiannya. Lihatlah kemurkaan dalam keterasingan itu juga sebahagiannya. Jagalah untuk terjaga dan didambakan oleh salah satunya.
Seorang pemuda islam yang bijak sanggup menasehati, mengingatkan, dan menyejukkan hati saudaranya. Karena ia pergunakan semua nikmat dari Rabbnya untuk mengagungkanNya.
Bersikaplah, karena sikap adalah perangai. Ikhwal tentang isi dirimu. Karena ia adalah akhlak. Jangan tertipu untuk mengikuti nafsu. Karena sikap yang bernafsu bisa menipu, membunuh, merayu dan semu. Tetaplah jadi pemuda yang gagah perkasa dalam singgasana Rabbnya.
Masa kecil bukan sekedar masa bermain. Ada cinta tulus dari alam. Maka lihat dan berbuatlah walau hal-hal yang kecil. Ketika ada kebaikan, mudah-mudahan senantiasa ada ketulusan didalamnya. Bukankah masa besarmu setelah kau lewati masa kecilmu.
Perangai manusia beraneka, berupa, dan terasa. Semua ada kendalinya. Ada yang membolak-balikkan. Jangan takut aka mudaratnya. Ia juga sesama. Senantiasa berbuat dan mendoakan yang terbaik untuknya.
Mengenal akhwat/ikhwa memang indah. Tapi tahukah? Apakah kamu penentunya? Bukan. Bukan kamu. Kamu imani saja bahwa masalah itu tetap kuasa Rabbmu. Perindah dirimu maka kau akan dapatkan yang terindah. Jalani saja masa mudamu sekarang dengan penuh cinta akan kuasaNya. Maka perlahan kuasa itu akan menakjubkan seluruh indramu. Kamu adalah mahluk yang terbaik dan telah disempurnakan agamamu yang baik. Berdzikirlah!
Persahabatan atas dasar keimanan. Persaudaraan atas dasar keimanan. Dan matilah dengan membawa keimanan. Iman itu jalan lurus tentang petunjuk untuk berjumpa denganNya. Allah Azza Wazzalla.
Apa yang kau lihat tentang keadaan dunia sekarang adalah dua sisi. Kadang kau lihat senyum, tapi dua detik kemudian yang kau lihat tersenyum mulai menangis. Itulah pelengkap. Maka jangan heran. Perbaiki terus dirimu! Jiwa dan ragamu pakaikanlah busana keimanan yang hakiki. Lelah olehnya adalah sebuah anugrah.
Perputaran kehidupan ada yang menentukan. Cepat lambatnya jangan dirisaukan karena tiada kuasamu untuk mendahuluinya. Berdoalah dan buktikan saja ikhtiarmu. Yakinlah bahwa Dia adalah sebaik-baiknya Pemberi. Berharap-harap cemaslah. Sadarlah akan kekuatanmu yang sesungguhnya, tidak ada bukan?
Berceritalah tentang kenyataan, karena apa yang telah dijanjikan olehnya adalah sebuah kenyataan. Tentang dunia tentang akhirat. Meski belum, sudah, atau sedang terjadi. Jadilah orang orang yang mampu bercerita tentang Kuasa Tuhannya. Allah Azza Wazzalla. Sungguh sayang kalau cerita itu kalau hanya untuk disimpan atau hanya untuk dirimu sendiri. Tentang segalanya, dari sebuah titah Rabbnya. Tentang yang kau tahu dan yang sudah kau lakukan.

